Langsung ke konten utama

[Berita Kepo 1] Bom Blitar Membahana Ke Seantero Indonesia

Hari ini, seorang juragan toko bros bunga melakukan aksi pengeboman dengan sasaran Google. Aksi ini didasari motif serius, yaitu mengibarkan merek bros cantik dan murah di jagad internet. Kenapa sasarannya Google? Penulis masih melakukan investigasi lebih lanjut.

Sementara itu, di sebuah blog terjadi kegaduhan akibat aksi pengeboman tersebut. Kebetulan di blog My Tips on Buying Ultrabook terjadi obrolan serius tentang aksi pengeboman yang dilakukan juragan toko bros bunga. Penasaran? Mari kita simak hasil rekaman obrolannya.
Wah, di blitar ada ledakan bom? Ngaco nih penulis. Wong blitar ngga’ ada bom koq ditulis heboh di blog My Tips on Buying Ultrabook. Paling juga numpang eksis. Tapi ngga’ gitu juga kale, bikin headline ngga’ penting banggets...

He he he... ada yang sewot nih? Maklum, tetangga blog sebelah agak ngiri sama blog My Tips on Buying Ultrabook karena baru aja dapet order bikin artikel yang nge-backlink ke toko bros cantik dan murah punya juragan yang jual bros di blitar.

Trus apa hubungannya bom sama artikel yang nge-backlink ke toko bros cantik dan murah? Nah... bom yang diledakkan adalah artikel brand educating bros cantik dan murah. Artikel tersebut menempatkan bros cantik dan murah sebagai merek yang nampang dan ngeksis forever.

Sebagai pemicunya, dibuatlah target optimasi toko online bros cantik dan murah yang menempatkan 50 backlink di blog atau website yang berbeda. Nah... bahan peledaknya adalah artikel nyeleneh ini plus 20 blog yang siap diledakkan. Kombinasi 5 kata kunci dikali 20 blog akan menghasilkan 100 posting artikel yang menggemparkan!
Bom artikel ini dampaknya bisa anda rasakan sekarang, yaitu anda akan mendapati kata kunci bros bunga di blog My Tips on Buying Ultrabook dan sebelumnya telah meledak di blog First Great Rahasia Blogging. 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DARIMANA KEBAHAGIAN ITU SEBENARNYA?

John C Maxwell suatu ketika pernah didapuk menjadi seorang pembicara di sebuah seminar bersama istrinya. Ia dan istrinya, Margaret, diminta menjadi pembicara pada beberapa sesi secara terpisah. Ketika Maxwell sedang menjadi pembicara, istrinya selalu duduk di barisan terdepan dan mendengarkan seminar suaminya. Sebaliknya, ketika Margaret sedang menjadi pembicara di salah satu sesi, suaminya selalu menemaninya dari bangku paling depan. Ceritanya, suatu ketika sang istri, Margaret, sedang menjadi pembicara di salah satu sesi seminar tentang kebahagiaan. Seperti biasa, Maxwell duduk di bangku paling depan dan mendengarkan. Dan di akhir sesi, semua pengunjung bertepuk tangan. Yang namanya seminar selalu ada interaksi dua arah dari peserta seminar juga kan? (Kalau satu arah mah namanya khotbah :) Di sesi tanya jawab itu, setelah beberapa pertanyaan, seorang ibu mengacungkan tangannya untuk bertanya. Ketika diberikan kesempatan, pertanyaan ibu itu seperti ini, ...

HIDUP UNTUK MEMBERI

Disuatu sore hari pada saat aku pulang kantor dengan mengendarai sepeda motor, aku disuguhkan suatu drama kecil yang sangat menarik, seorang anak kecil berumur lebih kurang sepuluh tahun dengan sangat sigapnya menyalip disela-sela kepadatan kendaraan disebuah lampu merah perempatan jalan di Jakarta . Dengan membawa bungkusan yang cukup banyak diayunkannya sepeda berwarna biru muda, sambil membagikan bungkusan tersebut ,ia menyapa akrab setiap orang, dari Tukang koran , Penyapu jalan, Tuna wisma sampai Pak polisi. Pemandangan ini membuatku tertarik, pikiran ku langsung melayang membayangkan apa yang diberikan si anak kecil tersebut dengan bungkusannya, apakah dia berjualan ? “kalau dia berjualan apa mungkin seorang tuna wisma menjadi langganan tetapnya atau…??, untuk membunuh rasa penasaran ku, aku pun membuntuti si anak kecil tersebut sampai disebrang jalan , setelah itu aku langsung menyapa anak tersebut untuk aku ajak berbincang-bincang. De, “boleh kakak bertanya” ? silahkan kak, k...

Karena Aku Atau Pencak Silat?

Qory Aninditya Putri, nama yang cantik bukan untuk remaja berumur 13 tahun? Yap! Sesuai namanya, ia memang remaja cantik dan periang. Mungkin ia adalah remaja yang sangat beruntung karena dilahirkan dari keluarga berada. Seperti layaknya orang kebanyakan, namanya anak sematawayang pasti akan dimanja, begitu juga dengan Qory. Karena terlalu dimanja, ia pun menjadi anak yang konsumtif dan sombong. Ia harus berbelanja barang barang branded, pergi kemana mana harus naik mobil pribadi, dan enggan bergaul dengan teman yang menurutnya tidak selevel dengannya. Mentari pagi turut menghampiri hari Qory, seperti biasa ia sedang sarapan dan bersiap untuk berangkat sekolah. Sebenarnya, Qory ingin sekali diantar oleh papa dan mamanya, namun ia tahu pasti nmereka selalu beralasan sibuk kerja. Dan ia pun terbiasa berangkat sekolah diantar oleh supir pribadinya. “berangkat sekarang, pak!” kata Qory kepada pak Jo supirnya. “baik, non.” Kata pak jo. Qory pun berangkat sekolah dengan mobil pribadinya yan...