Langsung ke konten utama

Tips Mengelola Posting Untuk Multiblog

Anda mengalami masalah dengan pengelolaan posting untuk multiblog?
Kalau belum pernah mengalaminya, suatu saat anda akan mengalami
masalah tersebut seiring bertambahnya jumlah blog yang anda kelola.
Untuk itulah artikel ini mengawali pembahasan saya seputar manajemen
multiblog. "Apaan tuh?!"

Multiblog adalah istilah saya pribadi untuk mendefinisikan blog yang
dikelola lebih dari satu. Biasanya para blogger mengelola blog lebih
dari satu, tujuannya adalah untuk membangun aset yang dapat digunakan
untuk menunjang bisnis online. Istilah untuk bisnis yang berbasis blog
ini adalah blog monetizing.

Dalam mengelola multiblog, anda akan direpotkan dengan proses sign in
dan sign out apabila memiliki akun blog yang berbeda username dan
password. Juga proses penulisan yang membutuhkan waktu cukup lama
untuk editing hingga publishing, menjadi permasalahan yang menjemukan
apabila tidak diatasi. Butuh solusi praktis untuk mengatasi
permasalahan ini dan saya akan berbagi pengalaman menerapkan solusi
praktis.

Ada 3 tips dasar yang bisa anda terapkan sebagai solusi praktis
pengelolaan posting untuk multiblog :

1. Miliki e-mail utama. E-mail ini berfungsi untuk menulis artikel dan
memposting serentak ke banyak akun blog sekaligus. Untuk memperlancar
posting serentak ini, anda membutuhkan alamat e-mail penghubung untuk
akses ke masing-masing blog. Namun langkah-langkah posting ini akan
saya bahas pada posting selanjutnya, karena tidak cukup satu artikel
untuk menjelaskannya.

2. Setting kontributor untuk e-mail utama. Pada menu pengaturan yang
tersedia dalam dashboard blogspot.com, anda dapat menambahkan
kontributor penulis dalam sebuah blog. Biasanya anda diminta untuk
memasukkan alamat e-mail sebagai saluran pemberitahuan oleh blogspot.
Masukkan alamat e-mail utama sebagai kontributor, sehingga anda dapat
mengelola posting melalui e-mail utama ini.

3. Posting serentak via e-mail utama. Posting serentak bisa anda baca
dari artikel ini. Saya memposting artikel ini ke seluruh jaringan blog
mas nugroho. Salinan artikel ini bisa anda baca di blog lainnya,
dengan mengklik tautan blog mas nugroho ini. Namun untuk menjaga
kualitas sebuah artikel, lebih baik anda memposting artikel berbeda
dalam waktu yang berbeda walaupun diposting melalui e-mail utama.

Nah... mudah kan? Pengelolaan multiblog ini khusus diterapkan untuk
platform blogspot. Sedangkan untuk platform wordpress masih dalam
tahap pengkajian. "Busyet! Udah kaya peneliti aja gan?". Untuk itu
simak terus posting seputar pengelolaan multiblog agar permasalahan
anda mendapatkan jawabannya. (kontributor twitter @dukunpromo)

Komentar

  1. As someone who oversees a diverse crop farm, it's crucial for me to have tractors that can accommodate different attachments. The John Deere 2210 stands out as a compact and effective choice, whereas the John Deere 4040 is ideal for more demanding plowing jobs. For navigating tighter spaces, the Kubota B7100 excels, and the John Deere 5020 truly delivers exceptional power. Currently, I'm considering if the John Deere 750 would be suitable for irrigation purposes. Which tractor do you recommend I purchase?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

DARIMANA KEBAHAGIAN ITU SEBENARNYA?

John C Maxwell suatu ketika pernah didapuk menjadi seorang pembicara di sebuah seminar bersama istrinya. Ia dan istrinya, Margaret, diminta menjadi pembicara pada beberapa sesi secara terpisah. Ketika Maxwell sedang menjadi pembicara, istrinya selalu duduk di barisan terdepan dan mendengarkan seminar suaminya. Sebaliknya, ketika Margaret sedang menjadi pembicara di salah satu sesi, suaminya selalu menemaninya dari bangku paling depan. Ceritanya, suatu ketika sang istri, Margaret, sedang menjadi pembicara di salah satu sesi seminar tentang kebahagiaan. Seperti biasa, Maxwell duduk di bangku paling depan dan mendengarkan. Dan di akhir sesi, semua pengunjung bertepuk tangan. Yang namanya seminar selalu ada interaksi dua arah dari peserta seminar juga kan? (Kalau satu arah mah namanya khotbah :) Di sesi tanya jawab itu, setelah beberapa pertanyaan, seorang ibu mengacungkan tangannya untuk bertanya. Ketika diberikan kesempatan, pertanyaan ibu itu seperti ini, ...

HIDUP UNTUK MEMBERI

Disuatu sore hari pada saat aku pulang kantor dengan mengendarai sepeda motor, aku disuguhkan suatu drama kecil yang sangat menarik, seorang anak kecil berumur lebih kurang sepuluh tahun dengan sangat sigapnya menyalip disela-sela kepadatan kendaraan disebuah lampu merah perempatan jalan di Jakarta . Dengan membawa bungkusan yang cukup banyak diayunkannya sepeda berwarna biru muda, sambil membagikan bungkusan tersebut ,ia menyapa akrab setiap orang, dari Tukang koran , Penyapu jalan, Tuna wisma sampai Pak polisi. Pemandangan ini membuatku tertarik, pikiran ku langsung melayang membayangkan apa yang diberikan si anak kecil tersebut dengan bungkusannya, apakah dia berjualan ? “kalau dia berjualan apa mungkin seorang tuna wisma menjadi langganan tetapnya atau…??, untuk membunuh rasa penasaran ku, aku pun membuntuti si anak kecil tersebut sampai disebrang jalan , setelah itu aku langsung menyapa anak tersebut untuk aku ajak berbincang-bincang. De, “boleh kakak bertanya” ? silahkan kak, k...

Karena Aku Atau Pencak Silat?

Qory Aninditya Putri, nama yang cantik bukan untuk remaja berumur 13 tahun? Yap! Sesuai namanya, ia memang remaja cantik dan periang. Mungkin ia adalah remaja yang sangat beruntung karena dilahirkan dari keluarga berada. Seperti layaknya orang kebanyakan, namanya anak sematawayang pasti akan dimanja, begitu juga dengan Qory. Karena terlalu dimanja, ia pun menjadi anak yang konsumtif dan sombong. Ia harus berbelanja barang barang branded, pergi kemana mana harus naik mobil pribadi, dan enggan bergaul dengan teman yang menurutnya tidak selevel dengannya. Mentari pagi turut menghampiri hari Qory, seperti biasa ia sedang sarapan dan bersiap untuk berangkat sekolah. Sebenarnya, Qory ingin sekali diantar oleh papa dan mamanya, namun ia tahu pasti nmereka selalu beralasan sibuk kerja. Dan ia pun terbiasa berangkat sekolah diantar oleh supir pribadinya. “berangkat sekarang, pak!” kata Qory kepada pak Jo supirnya. “baik, non.” Kata pak jo. Qory pun berangkat sekolah dengan mobil pribadinya yan...